PADANG--Gedung SMA Negeri 1 Padang
bertaraf internasional dan mampu menahan goncangan gempa 10 Skala
Richter Selasa (10/11/2009) dilakukan peletakan batu pertamanya. Hal itu
pertanda pembangunannya dimulai, yang berlokasi di Jl. Belanti Raya,
Lolong, Kecamatan Padang Utara. Pembangunan gedung SMAN 1 tersebut
hingga selesai menghabiskan biaya Rp17 miliar. Gedung ini juga berfungsi
sebagai shelter (tempat penampungan) dari ancaman tsunami, serta
mempunyai helly pad (landasan helikopter)
Kepala Sekolah SMA 1 Padang, Jufril Siry mengatakan,
gedung sekolah itu bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
bekerjasama dengan Pemko Padang. Pembangunan ditargetkan selesai paling
lambat pada tahun ajaran baru 2010/2011, Juni atau Juli tahun depan.
Dengan demikian siswa baru sudah bisa langsung belajar di gedung baru
tersebut.
Gedung
tersebut dibangun di atas tanah seluas 1,4 hektare, terdiri tiga
lantai. Masing-masing lantai memiliki delapan kelas serta ditambah ruang
lainnya. Tiga lantai memiliki 24 ruang kelas. Luas bangunan 6.600 meter
persegi dengan desain konstruksi memadukan konsep modern dan gaya
bangunan tradisional cirikhas Minangkabau. Bangunan ini juga disiapkan
menjadi cagar budaya atau museum bidang pendidikan.
Selain itu, bangunan ini juga dapat digunakan untuk kegiatan lain, khususnya dalam bidang pendidikan. Arsitektur
dari kontraktornya PT Pulau Intan, Andra Arie Anto menjelaskan,
bangunan itu membujur dari Barat-Timur yang pada setiap lantainya
dipisahkan oleh jenjang dengan lebar empat meter, yang memudahkan siswa
dan para guru untuk lari ke atas atau shelter bila terjadi tsunami.
Setiap
lantai pada ruang bagian Timur diperuntukan untuk ruang kelas,
sedangkan pada bagian Barat untuk ruang lain. Seperti lantai satu,
selain ruang kelas terdapat ruang administrasi, ruang majelis guru,
ruang PMR dan ruang koperasi.
Lantai
dua, selain ruang kelas ditambah dengan ruang laboratorium komputer,
laboratorium fisika dan kimia, perpustakaan dan labor bahasa.
Pada lantai tiga, selain ruang kelas juga terdapat ruang kesenian baik seni gambar maupun musik. Kemudian, gedung ini juga memiliki tangga besar dengan lebar tiga meter, tinggi anak tangga 15-17 sentimeter dan lebar 40 sentimeter sehingga memudahkan cepat naik ke areal shelter.
Pada lantai tiga, selain ruang kelas juga terdapat ruang kesenian baik seni gambar maupun musik. Kemudian, gedung ini juga memiliki tangga besar dengan lebar tiga meter, tinggi anak tangga 15-17 sentimeter dan lebar 40 sentimeter sehingga memudahkan cepat naik ke areal shelter.
Tangga
ini dari bawah, langsung naik ke atas atau shelter dan tak berhubungan
dengan ruang kelas. Jumlahnya ada dua, arah barat dan arah timur. Satu
lagi, kelebihan gedung ini tak pakai plafon, sehingga bila terjadi gempa
tak ada yang menciderai atau memakan korban orang yang berada di
bawahnya.
Menurut
Kepala Diknas Kota Padang Drs. H. Nur Amin, MM gedung SMA yang akan
dibangun oleh Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, nantinya akan
diperuntukkan untuk SMA 1 Padang, karena tidak layak pakai lagi. Rencana
bangunan SMA 1 sekarang akan diruntuhkan dan dibangun untuk
pengembangan SMP 1 Padang.
Gedung
SMA yang akan dibangun di Belanti Raya Lolong Kecamatan Padang Utara
tersebut, tidak hanya terdiri 30 lokal, juga dilengkapi labor, sarana
ibadah dan fasilitas lainnya. Pada acara peletakan batu pertama Selasa
pagi ini diharapkan warga kota Padang bersama- sama menyaksikan, sambil
bermohon kepada Allah SWT ada lagi pihak lain yang akan turun tangan
membangun sarana pendidikan di Padang, ajak Emzalmi. (Harian Singgalang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar